Reformed Evangelical Movement Perawang

Gerakan Reformed Injili

Pada abad ke-21, dunia Kekristenan mengalami berbagai tantangan dari dalam maupun luar gereja. Tantangan dari dalam gereja berasal dari theologi-theologi yang menyimpang dari kebenaran yang diwahyukan Tuhan melalui Kitab Suci. Sedangkan tantangan dari luar gereja berasal dari filsafat zaman seperi liberalisme, post-modernisme, dan konsolidasi agama di luar Kekristenan. Dalam memahami tantangan-tantangan tersebut, Pdt. Dr. Stephen Tong merespons panggilan Tuhan dengan memulai sebuah gerakan bernama Gerakan Reformed Injili.

Gerakan muncul sebagai tanggapan atas bahaya terhadap Kekristenan dalam era post-modernisme setelah Perang Dunia II. Sekularisme, liberalisme, dan komunisme muncul sebagai ancaman bagi Kekristenan. Gerakan lain seperti: gerakan Oikumene mengabaikan ortodoksi dan memperluas semangat toleransi terhadap segala macam aliran baru; gerakan Karismatik yang menggantikan gerakan Pentakosta tradisional untuk merombak struktur pikiran gereja-gereja denominasional, menghasilkan generasi yang tidak mengerti theologi yang benar. Di pihak lain, kebangunan agama di luar Kekristenan juga menjadi tantangan yang besar bagi iman Kristen. Demi menjawab tantangan-tantangan zaman tersebut maka Pdt. Dr. Stephen Tong memulai gerakan Reformed Injili. Gerakan Reformed Injili berdampak baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat.

Tujuan Gerakan Reformed Injili adalah:

  1. Mengembalikan pengertian theologia berdasarkan wahyu Allah di dalam Kitab Suci yang dipelopori para reformator dan para penerusnya sampai sekarang.
  2. Mengobarkan semangat penginjilan dan memobilisasi orang Kristen untuk secara langsung memberitakan Injil, yang adalah kabar baik bagi seluruh umat manusia, untuk memperkenalkan kuasa keselamatan melalui kematian dan kebangkitan Kristus bagi pengampunan dosa dan perdamaian manusia dengan Tuhan Allah sehingga menciptakan hidup baru yang memuliakan Tuhan.

Gerakan Reformed Injili mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan Gereja Reformed Injili. Gerakan Reformed Injili didirikan untuk menjadi dorongan bagi setiap denominasi dan boleh menjadi milik setiap gereja di luar Gereja Reformed Injili, sehingga gereja-gereja dibangunkan dan diarahkan kepada theologi yang benar dan semangat Injili yang benar sesuai dengan Kitab Suci.

Gerakan Reformed Injili Perawang

Pada awal tahun 2010 berdirilah IAKPM Ridar (Ikatan Alumni Kristen Politeknik Medan Riau Daratan) yang adalah salah satu cabang dari YAKPM (Yayasan Alumni Kristen Politeknik Medan) yang berpusat di Medan. Sejalan dengan perkembangannya  maka dirasakan Injil bagi seluruh umat manusia bukan hanya untuk alumni Politeknik Negeri Medan. Penjangkauan terus berkembang kepada orang di luar alumni Politeknik Medan khususnya yang berada di Perawang sesuai dengan hutang Injil,  “Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.” (Roma 1:14), karena visi dan penjangkauan yang luas ini sehingga pada tahun 2012 berganti nama dengan Persekutuan Doulos, Doulos dalam bahasa Indonesia yang berarti hamba dan sekaligus tidak terikat lagi dengan IAKPM Ridar dan YAKPM secara struktural. Banyaknya pengajaran yang simpang siur membuat Persekutuan Doulos harus berganti nama dengan Gerakan Reformed Injili Perawang untuk menegaskan pengajarannya dan memiliki visi yang sama dengan Gerakan Reformed Injili di seluruh dunia khususnya di Indonesia.

Reformed Evangelical Movement Perawang

Gerakan Reformed Injili

Pada abad ke-21, dunia Kekristenan mengalami berbagai tantangan dari dalam maupun luar gereja. Tantangan dari dalam gereja berasal dari theologi-theologi yang menyimpang dari kebenaran yang diwahyukan Tuhan melalui Kitab Suci. Sedangkan tantangan dari luar gereja berasal dari filsafat zaman seperi liberalisme, post-modernisme, dan konsolidasi agama di luar Kekristenan. Dalam memahami tantangan-tantangan tersebut, Pdt. Dr. Stephen Tong merespons panggilan Tuhan dengan memulai sebuah gerakan bernama Gerakan Reformed Injili.

Gerakan muncul sebagai tanggapan atas bahaya terhadap Kekristenan dalam era post-modernisme setelah Perang Dunia II. Sekularisme, liberalisme, dan komunisme muncul sebagai ancaman bagi Kekristenan. Gerakan lain seperti: gerakan Oikumene mengabaikan ortodoksi dan memperluas semangat toleransi terhadap segala macam aliran baru; gerakan Karismatik yang menggantikan gerakan Pentakosta tradisional untuk merombak struktur pikiran gereja-gereja denominasional, menghasilkan generasi yang tidak mengerti theologi yang benar. Di pihak lain, kebangunan agama di luar Kekristenan juga menjadi tantangan yang besar bagi iman Kristen. Demi menjawab tantangan-tantangan zaman tersebut maka Pdt. Dr. Stephen Tong memulai gerakan Reformed Injili. Gerakan Reformed Injili berdampak baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat.

Tujuan Gerakan Reformed Injili adalah:

  1. Mengembalikan pengertian theologia berdasarkan wahyu Allah di dalam Kitab Suci yang dipelopori para reformator dan para penerusnya sampai sekarang.
  2. Mengobarkan semangat penginjilan dan memobilisasi orang Kristen untuk secara langsung memberitakan Injil, yang adalah kabar baik bagi seluruh umat manusia, untuk memperkenalkan kuasa keselamatan melalui kematian dan kebangkitan Kristus bagi pengampunan dosa dan perdamaian manusia dengan Tuhan Allah sehingga menciptakan hidup baru yang memuliakan Tuhan.

Gerakan Reformed Injili mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan Gereja Reformed Injili. Gerakan Reformed Injili didirikan untuk menjadi dorongan bagi setiap denominasi dan boleh menjadi milik setiap gereja di luar Gereja Reformed Injili, sehingga gereja-gereja dibangunkan dan diarahkan kepada theologi yang benar dan semangat Injili yang benar sesuai dengan Kitab Suci.

Gerakan Reformed Injili Perawang

Pada awal tahun 2010 berdirilah IAKPM Ridar (Ikatan Alumni Kristen Politeknik Medan Riau Daratan) yang adalah salah satu cabang dari YAKPM (Yayasan Alumni Kristen Politeknik Medan) yang berpusat di Medan. Sejalan dengan perkembangannya  maka dirasakan Injil bagi seluruh umat manusia bukan hanya untuk alumni Politeknik Negeri Medan. Penjangkauan terus berkembang kepada orang di luar alumni Politeknik Medan khususnya yang berada di Perawang sesuai dengan hutang Injil,  “Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.” (Roma 1:14), karena visi dan penjangkauan yang luas ini sehingga pada tahun 2012 berganti nama dengan Persekutuan Doulos, Doulos dalam bahasa Indonesia yang berarti hamba dan sekaligus tidak terikat lagi dengan IAKPM Ridar dan YAKPM secara struktural. Banyaknya pengajaran yang simpang siur membuat Persekutuan Doulos harus berganti nama dengan Gerakan Reformed Injili Perawang untuk menegaskan pengajarannya dan memiliki visi yang sama dengan Gerakan Reformed Injili di seluruh dunia khususnya di Indonesia.

Pulau Berhala

Mendengar namanya saja sudah termasuk sudah membuat kita sedikit merinding. Apalagi ingin berkunjung ke sana. Ya. seperti ada tertulis di wikipedia, pulau berhala merupakan salah satu pulau terluar dari pulau Sumatera yang berbatasan dengan negara Malaysia. Tepatnya terletak di 3o46’38″LU dan 99o30’03″BT. Sesuai dengan informasi di wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Berhala), nama Pulau Berhala ini diambil dari nama raja Jambi dahulu yaitu Datuk Paduko Berhala yang makamnya terdapat di pulau itu. Sebagai informasi tambahan, ada begitu banyak hal menarik yang bisa kita lihat di sana. Antara lain, keindahan alamnya, wisata baharinya dan ada begitu banyak jenis hewan dan biota yang bisa kita lihat. Pulau yang memiliki luas 25 ha ini di huni oleh berbagai Hewan langka antara lain, Biawak, Penyu, Ular, dan Napu (sejenis Kancil) dan juga di huni oleh berbagai biota laut antara lain Ketam Kelapa, Kima Raksasa, dan Ikan Bulu Ayam. Sudah bisa dipastikan akan ada banyak kegiatan yang bisa dikerjakan kalau kita berkunjung kesana.

Perjalanan ke tempat ini, saat ini hanya bisa di lalui melaui jalur laut dengan perahu ikan yang di miliki nelayan yang ada di sana. Perjalan dapat di tempuh sekitar 2 jam dari Medan menuju Simpang Tanjung Beringin. Dari Simpang tanjung Beringin kita menempuh sekitar 30 menit menuju pelabuhan nelayan.

IMG_9236 IMG_9239

IMG_9217

IMG_9244

Setelah kita naik ke kapal nelayan, kita akan melewati sungai sekitar 30 menit hingga akhirnya kita akan bertemu dengan laut lepas yaitu Selat Malaka. Dari sini waktu yang di tempuh yaitu sekitar 4-5 jam perjalanan. Yang artinya total waktu yang di tempuh sekitar 4.5 s/d 5.5 jam dari pelabuhan nelayan. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah dalam peerjalanan akan ada begitu banyaka halangan antara lain yaitu ombak laut yang sulit di prediksi sehingga terkadang bisa tenang bisa juga sangat berombak. Saran saya langsung gunakan pelampung pada saat sudah mulai naik perahu dan bagi yang takut laut saya sarankan untuk tidur agar tidak pusing atau bahkan muntah.

Sedangkan untuk biaya, kemarin kita ada berangkat sekitar sepuluh orang. disini biaya yang dihitung yaitu per orang. Dana yang kami habiskan perorang untuk bisa kesana sekitar 700 ribu rupiah. Ini sudah termasuk biaya perahu pergi dan pulang 2 hari 1 malam, biaya makan, penginapan, biaya asuransi, dan biaya penginapan dan biaya EO. Sebagai inforamsi, disana kita akan menginap di Mes Marinir atau ada juga Mes Dinas Perhubungan karena saat ini pulau tersebut di huni oleh Pasukan TNI AL. Jadi sangat disarankan bagi yang ingin berangkat, wajib rombongan agar biaya semakin murah dan terjangkau.

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang akhirnya kita tiba di pelabuhan di sana dan kita akan langsung di arahakan oleh Anggota Marinir di sana. Dan kita pun bisa melaksanakan setiap kegiatan kita disana. Beberapa kegiatan yang bisa kita lakukan antara lain Snorkling, Tracking ke Menara, Api Unggun, Melihat biota laut, Penyu dan lain lain. Dan satu hal yang juga saya perlu tekankan disana, mohon untuk menjaga kebersihan pulau berhala. Karena pada saat saya tiba disana, kondisi banyak saya temukan bungkusan makanan. Maaf saya tidak ambil fotonya. Seperti terlihat di gambar berikut:

IMG_9322 IMG_9347 IMG_9677 IMG_9678 IMG_9688 IMG_9705

IMG_9755

IMG_9624

Demikianlah beberapa hal tetntang pulau berhala dan bagaiamana kesana. Semoga bermaanfaat dan membawa kebaikan pada kita semua.

Sampai ketemu pada tulisan berikutnya.

Salam…..

Vacation to Berhala

Dear Readers…

Salam bertemu kembali dengan saya kali ini . Semoga teman teman semua dalam keadaan sehat walafiat. Baik. Kali ini penulis akan sedikit bercerita tntang perjalanan ke pulau berhala. Pulau yang katanya eksotis dan menarik ini

Perjalanan kami dimulai pada hari Jumat, 8 Agustus 2014, pada pukul 18.00 dari Perawang. Sebenarnya kami semua adalah bukan orang perawang. Tapi kami adalah perantau yang aslinya dari Sumatera Utara.

Baik, langsung saja ke cerita kita. Perjalanan ini di mulai dari ide rekan kami yaitu Elfina (Fina). Rekan kami yang satu ini memang hbinya jalan-jalan dan foto-foto. Dimulailah perjalanan kami dimana ide ini langsung di share oleh Fina melaui WA (Whassapp). Dan terpilihlah beberapa orang yaitu : Gusniarti (Bendahara), Elfina (Mami kami dan Driver, Piss Fin), Martha Imut (Our Barbie), Bungaran Nadeak (Mr. Metro, eh Retro), Darwis (Om Barbie), Antonius (Mr. Metro), Giring Sihite, Franky (The Photographer), and Ando (Mr. Bullied), Ester (Mrs. Marinir, semoga ya de). Hihihihihih..

Dalam perjalanan kami, sekitar 12 jam dari Perawang Riau kami lalui dengan menggunakan bus makmur. dan sudah bisa dipastikan, kami pun tidur. setelah sekitar jam 06.22 wib, kami pun tiba di daerah Serdang Bedagai dan kami pun sudah di tunggu rekan-rekan kami yang laindi sana. Ada Jimmy (Mr. Jangkung), Rere, Hambali, Ilham serta Eli Voedan (Mrs. Assurance) dan kami pun berangkat menuju Simpang Beringin.

Setelah tiba di sana, kami pun langsung menuju port, dan sudah bisa dipastikan, perahunya pun belum siap. Maksudnya belum di isi Solar. Hehehehe….. Dan kami pun menunggu di Base camp Marinir.

IMG_9200

IMG_9194

Waktu yang dinantikan pun tiba. Boat sudah siap, dan kami pun segera bergegas menuju pelabuhan tempat kami akan naik ke kapal. Dan kami pun memulai Perjalanan kami.

IMG_9215

IMG_9229 IMG_9233 IMG_9244

Perjalanan memakan waktu sekitar 4.5 jam dan melewati selat malaka yang cukup membuat jantung berdebar cepat. Kenapa tidak. Ombak yang kami lalui pun cukup besar. Ini diakibatkan oleh angin barat dan bulan purnama. Membuat udara bergerak cepat dan ombak laut pun membuat perahu kami sedkiti oleng. Bagi yang punya penyakit takut air dan ombak, sangat tidak disarankan untuk berpetualang ke tempat ini.

Dan memang, selat malaka terkenal ganas dan membuat rekan rekan kami lemas karena banyak yang muntah. Gusni, Bunga, Anton, Martha, Fina adalah rekan-rekan yang menjadi korban keganasan selat malaka. Bahkan Bunga, menjadi bulan bulanan karena berkali kali harus muntah. Bisa di pastikan PH air laut semakin tinggi alias semakin asin. Maaf ya Bung. Hihihihi….. Dan yang bertahan hanya Giring, Saya sendiri (Franky), Ando, Darwis dan Ester. Giring sendiri dalam perjalanan ngoceh terus dan cerita terus. Mungkin Untuk menghilangkan rasa takut kali ya. Dan yang harus di acungkan jempol adalah Ester., Dari awal hingga tiba, dialah menjadi satu satunya rekan kami yang berdiri diujung perahu layaknya Kapten kapal. Padahal anak buah kapal aja gak berani begitu. Entah apa yang merasukinya. Hihiihihi…..

Dan waktunya pun tiba. Kami sampai di Berhala dengan selamat namun lemas. Lemas karena kehabisan cairan akibat muntah. Hehehehehe…………. Tapi, itu semua tidak terasa ketika melihat pasir pantai yang putih dan laut yang bening dan biru. Segera teman teman langsung nyebir setelah sebeumnya merapikan barang barang di Mes yang sudah di sediakan.

Keesokan harinya, planning kami adalah tracking ke menara dan snorkling. Benar banget dah. minta ampun capeknya ke menara. Sudut yang harus di lalui cukup terjal. Dan yang pasti membuat kita harus menguras tenaga. Tapi semua itu hilang dengan melihat pemandangan dari atas menara.

IMG_9667 IMG_9668 IMG_9670 IMG_9672 IMG_9677 IMG_9680 IMG_9684 IMG_9691 IMG_9694 IMG_9700

IMG_9701 IMG_9725 IMG_9726 IMG_9729 IMG_9734 IMG_9735

Dan setelah semua selesai beraktivitas, kami pun bergegas untuk merapikan barang barang kami dan segera menuju port untuk selanjutnya kembali ke Serdang Bedagai.

IMG_9755

Jimmy, Ilham, Rere, Hambali, dan Eli terima kasih buat kebersamaanya selama di sana. Kalian teman teman yang baik. Dan juga terkhusus buat sahabat sahabat ku, Gusniarti (Bendahara), Elfina (Mami kami dan Driver, Piss Fin), Martha Imut (Our Barbie), Bungaran Nadeak (Mr. Metro, eh Retro), Darwis (Om Barbie), Antonius (Mr. Metro), Giring Sihite, and Ando (Mr. Bullied), Ester (Mrs. Marinir, semoga ya de) kalian sungguh luar biasa. Moment ini tak akan terlupakan guys.

See You guys at the next trip.

Ciayoo…..

Merdeka tapi Semu

        Merdeka!!!!!……..Satu kata tersebut masih selalu teringat di kepala saya hingga saat ini. Kata dimana kita diingatkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang berdaulat. Bangsa ini adalah bangsa yang bebas dalam arti tidak banya tekanan dan tidak lagi diatur oleh bangsa lain. Bebas akan ketergantungan atau bebas dari utang dari negaralain. Kata dimana berarti kita bebas menentukan arah langkah kita atau arah langkah bangsa dan Negara ini. Di sekolah sekolah selalu di ajarkan bagaimana dulu para pejuang memperoleh kemerdekaan. Diajarkan mengenal tokoh para pahlawan negara ini. Dan sadar atau tidak sadar, hal tersebut memeberikan cerminan di dalam pikiran saya untuk kagum dan takjub akan perjuangan mereka. Perjuangan yang di peroleh dengan susah payah, dengan mengorbankan segalanya termasuk nyawa. Perjuangan yang didasarkan pada satu semangat yaitu bebas dari belenggu penjajahan. Semangat yang didasarkan pada satu tekad, yaitu bangsa yang mandiri dan berdaulat. Lantas, bagaimana kenyataannya saat ini ? apakah kemerdekaan saat ini sudah mampu membuat kita mandiri ? perjalanan 68 Tahun ini sudah memapu membuat kita berdaulat penuh untuk mengatur rumah tangganya sendiri ? dan apakah negara ini benar benar sudah lepas dari penjajahan yang sebenarnya ?

            Beberapa minggu yang lalu kita baru saja melaksanakan pesta demokrasi besar yang kita laksanakan setiap lima tahun sekali. Yaitu Pemilihan Umum. Memilih calon legislatif yang akan duduk di parlemen dan tentunya adalah memilih Presiden dan Wakil Presiden negara ini. Satu ciri dimana negara sudah bebas dalam mengatur rumah tangganya sendiri. Dan rakyat sudah melek akan hak politiknya, rakyat sudah sadar bahwa suara mereka sangat menentukan arah kebijakan Negara ini untuk lima tahun kedepan. Merinding saya melihat di daerah saya, dimana pada saat tanggal 9 Juli kemarin, dengan penuh semangat setiap wara berbondong-bondong mendatangi TPS yang ada dengan membawa peralatan kerja mereka. Ada yang mau ke sawah, ladang, kantor, berpakaian dinas, dlsb. Membuat saya teringat dalam rekaman inventaris Negara ini yang menunjukkan bagaimana kondisi pemilu yang pertama dilaksanakan pada tahun 1955 (http://www.youtube.com/watch?v=ngbMHN-cjO8). Situasi dimana rakyat begitu antusias dalam mengikuti pemilu karena rakyat merindukan perubahan ya perubahan ke arah yang lebih baik. 68 Tahun sudah Negara ini  menikmati kemerdekaannya. Namun, apakah kita sudah benar benar merdeka ? Apakah kita benar benar sudah bisa mengatur negara kita sendiri tanpa ada intervensi dari Negara lain ? Apakah kita benar-benar terbebas dari belenggu penjajahan ? Apakah kita benar benar sudah bebas dari kemiskinan ? Apakah pekerja pekerja kita benar benar sudah mendapatkan haknnya secara penuh dan sejahtera ?

            Berdasarkan data dari Bank Indonesia atau BI (http://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/Pages/Utang-Luar-Negeri-Indonesia-Januari-2014.aspx) jumlah hutang luar negeri kita sebasar yaitu USD 269,3 atau setara dengan Rp. 3,096, Triliun dengan kurs USD 1 sama dengan Rp. 11,500. Jumlah warga miskin per Maret 2013 yaitu sebesar 28 Juta orang (http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&id_subyek=23&notab=1) serta jumlah pengangguran di neagara kita sebesar 7 juta orang. Dimana kesemuanya itu masih dalam tahap produktif. Pertumbuhan ekonomi memang dinilai sangat baik. Laju dengan pertambahan ekononomi diatas 5 % selama quartal pertama pertama 2014 dinilai cukup baik meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

            Selain itu, selain data diatas, tentu ada beberapa indikator dalam menentukan baik atau tidaknya tingkat pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah iklim usaha yang kondusif. Termasuk juga didalamnya segala sesuatu yang berhubungan dengan para pekerjanya. Banyak perusahaan-perusahaan dengan tingkat manajemen yang sudah baik, menjadikan pegawainya sebagai asset dan menghargai mereka dengan melihat serta memenuhi kesejahteraan mereka. Pengusaha dan karyawan/pegawai adalah dua unsur utama yang wajib di penuhi dalam menjalankan suatu usaha, baik usaha kecil atau besar. Ini artinya, komponen keduanya sangatlah bergantung satu sama lain. Dan sangat terbuka untuk dapat dijalin kerjasama yang baik. Namun dalam kenyataannya, masih banyak perusahaan yang notabene masih merenggut hak-hak karyawannya. Tidak menganggap karyawan sebagai asset. Dan terutama tidak memberikan kesejahteraan mereka dengan memenuhi KHL atau Kebutuhan Hidup Layak Mereka. Jnagan kan untuk menabung, meneuhi kebutuhan hidup pun sudah pas-pas an. Jadi tidak heran, jika masih ada saat ini pekerja Sarjana yang bergaji rendah atau bahkan lebih rendah dari office boy sekalipun. Sebut saja perusahaan A. Dimana masih menggaji karyawan mereka dengan sangat rendah. Bahkan THR pun masih di tahan. Sungguh ironis memang. Di tengah-tengah situasi dimana bangsa dan negara ini sedang merangsang atau meningkatkan PDB nya, justru masih ada perusahaan yang masih menahan hak-hak karyawannya. Dan bahkan masih ada perusahaan yang sengaja mencari cari kesalahan karyawannya untuk dapat di berlakukan Pemutusan Hubungan Kerja secara sepihak. Selain memenuhi kebutuhan hidup layak, perusahaan pun wajib meningkatkan skil dan kompetensi karyawannya dalam rangka memajukan harkat dan martabat bangsa dan negara ini. Selain itu, kasus lain yang juga banyak terjadi yaitu, penggajian yang tidak berimbang. Dalam arti, karyawan/i yang sudah lebih masuk lebih dulu, ada yang di gaji jauh lebih rendah dari yang baru masuk kerja. Sungguh-sungguh memprihatinkan. Saya tidak tahu bagaimana konsep yang di terapkan sehingga bisa terjadi seperti itu. Dan ada juga yang memperlakukan karyawannya dengan memberikan tanggung jawab besar, namun bergaji rendah. Memang banyak faktor yang menentukan kenapa hal tersebut bisa terjadi. Diantaranya tingkat pendidikan dan ketrampilan yang masih rendah. Dimana hal ini di dorong oleh rasa enggan untk mau mengupgrade kemampuannya. Biaya pendidikan dan ketrampilan yang masih sangat sulit untuk di jangkau. Adanya penyelewengan di tingkat birokrasi dan penyelenggaraan tata cara hukum ketenagaa kerjaan yang dinilai masih memihak pada yang berkepentingan. Hal ini juga di perparah dengan kondisi pahlawan devisa negara ini. Ya, mereka adalah para TKI yang bekerja di luar negeri. Banyak informasi yang banya kita lihat baik di media cetak, televise atapun internet kasus-kasus yang menimpa saudara kita disana. Mulai dari penganiyayaan, pelecehan seksual, pemerasan, penipuan hingga tak jarang kita lihat berujung pada kematian. Ya Kematian. Lantas apa tindakan dari pemerintah kita. Pemerintah bukan tinggal diam, diplomasi pun tetap dijalankan. Tapi apa daya, sepertinya pengaruh negara kita masih belum cukup untuk bisa mengubah keputusan negara lain.

            Perjuangan masih panjang. Banyak pekerjaan rumah yang harus di selesaikan. Pemerintahan baru sudah terpilih. Harapan rakyat dipertaruhkan. Janji-jandi beserta program yang sudah dicanangkan hendaknya tidak hanya sebatas retorika dan wacana di awang –awang. Rakyat sangat merindukan adanya perubahan-perubahan nyata dalam negara ini yang kaatanya sudah merdeka ini. Buruh atau pekerja sangat merindukan upaya pemerintah yang nyata untuk perbaikan kesejahteraan ke arah yang lebih baik. Dan terlebih dari semua itu, pemerintah yang sudah terpilih dan untuk semua rakyat Indonesia, mari kita sama sama mengisi kemeredekaan ini dan mempertahankannya. Sehingga cita cita para pendiri negara ini yaitu menjadi negara yang merdeka, bersatu, adil dan makmur serat berdaulat dapat terwujud dengan nyata dan bukan menjadi kemerdekaan sifatnya semu.

            Selamat hari ulang Tahun ke 68 Negara Republik Indonesia, Dirgahayu Republik Indonesia ke 68.

            MERDEKA!!!!!!!!

Generasi Muda, Generasi Sehat

WHO menetapkan tanggal 31 Mei sebagai hari tanpa tembakau sedunia. Hal ini  ditetapkan pada Tahun 1988 melalui resolusi WHA42.19. Mungkin beberapa orang tidak terlalu mengerti arti hari tanpa tembakau sedunia. Barangkali 31 Mei itu kurang akrab di telinga masyarakat sebagai sebuah hari peringatan dunia.

Tetapi, terlepas dari tahu atau tidaknya, mari kita sama sama melihat fakta sejarah kenapa 31 Mei dijadikan sebagai hari anti tembakau sedunia. Hari tanpa tembakau sedunia di canangkan karena melihat besarnya pertumbuhan perokok di Amerika, Jepang dan beberapa Negara di Eropa dan bahkan di Australia. Di satu sisi, peningkatan perekonomian akibat cukai dari setiap satu rokok harus diakui sangat signifikan. Bahkan pendapatan Negara ini di Tahun 2012 mencapai Rp. 83 Trilliun dan akan dinaikkan 100 Trilliun pada Tahun ini. Sungguh angka yang fantastis memang. Mengingat akibat yang ditimbulkan oleh rokok juga sangat mematikan. (sebutkan sumber datanya, tempat dan tanggal). Fakta menyebutkan tingkat kematian akibat merokok adalah setara  dengan 22.5 dari jumlah warga Negara Indonesia. (sebutkan sumber datanya)

Namun disisi lain, tingkat kerugian dan dana yang harus dikeluarkan akibat penyakit yang ditimbulkan oleh rokok justru jauh melebihi dari pendapatan yang di terima oleh rokok itu sendiri. Data menyebutkan,(sebutkan sumber data) Rp. 130 Ttrilliun adalah dana yang dihabiskan hanya untuk membakar rokok serta hampir Rp. 3 Trilliun hanya untuk biaya rawat inap. Belum lagi ditambah dengan biaya yang di keluarkan untuk perobatan serta penyakit yang di timbulkan tidak hanya bagi perokok tersebut, namun lebih parahnya penyakit yang timbul bagi orang-orang di sekitar. Hal berbahaya yang sebenarnya adalah bukan segala sesuatu yang saya sebutkan diatas. Jumlah perokok di Indonesia sendiri adalah sekitar 146 juta jiwa. Dimana 36.1 persen diantaranya adalah Pria dewasa, dan 67 persen lainnya adalah Remaja dan anak anak mulai usia 13 hingga 15 Tahun. Dan di prediksi angka ini akan terus bertambah seiring dengan naiknya pendapatan serta gaya hidup. Lalu, bagaiman sikap kita melihat kondisi ini? Apakah cukup dengan berpangku tangan tanpa berbuat apa-apa?Mereka semua adalah generasi penerus bangsa Indonesia. Orang-orang yang akan memerintah di negeri ini 10 atau 20 tahun yang akan datang. Tentunya kita ingin mereka menjadi pemimpin yang sehat. Agar senantiasa dapat membawa bangsa ini menjadi lebih baik. Membiarkan mereka adalah perbuatan yang menjadikan mereka menjadi generasi tidak sehat. Dan secara langsung memutus generasi cerdas yang akan membangun bangsa kita.

Gaya hidup saat ini menunjukkan perubahan yang sangat signifikan. Hal ini terkait dengan pencarian jati diri, hidup pada era digital, pergaulan, serta berbagai macam konsumsi yang tersedia bebas di pasaran. Hal ini sangat dimanfaatkan oleh banyak industri rokok untuk bisa masuk dan mempengaruhi gaya hidup anak muda saat ini.

Di sisi lain, jumlah perokok tua yang semakin sedikit.  Mau tidak mau membuat industri harus putar otak agar produk ini tetap laris dan menjadikan anak muda sebagai target utama. Promosi gencar melalui olah raga, music concer, dan berbagai hal lainnya, menjadi pintu masuk bagi rokok untuk merusak generasi muda.

Melalui tulisan ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memerangi bahaya ini. Sekaligus menghimbau kepada pemerintah untuk segera membuat regulasi tegas terkait peredaran rookok yang semakin marak saat ini. Terkhusus di kalangan anak-anak dan remaja.

Banyak hal yang bisa kita lakukan. Edukasi tentang bahaya rokok melalui iklan, pendidikan formal di sekolah, tempat ibadah, dan terpenting adalah pendidikan dari keluarga. Mungkin ini sudah terdengar kuno. Namun saya pikir ini masih merupakan cara efektif dalam membentuk karakter anak dan remaja dalam menghadapi lingkungan mereka, mempersiapkan mental mereka dalam memilah akan segala sesuatu.

Mari kita sama sama memerangi bahaya laten ini dengan segala kemampuan kita dan juga berdoa agar harapan dan impian ini tidaklah sia-sia.

Salam.Generasi Muda, Generasi Sehat

Gembala Yang baik (Mazmur 23:1-6)

(1) Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
(2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
(3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
(4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
(5) Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
(6) Kebajikan dan kemurahan belaka akan Baca lebih lanjut