baluap


Gembala Yang baik (Mazmur 23:1-6)
April 29, 2012, 4:20 am
Filed under: Christian | Tag: , , , ,
(1) Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
(2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
(3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
(4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
(5) Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
(6) Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
 
Syalommm…..
Damai sejahtera yang dari Allah Bapa menyertai kita sekalian. Nats di atas sangat tidak asing lagi di telinga kita pastinya. Melalui nats ini, Tuhan ingin berbicara pada kita bahwasanya, kita ada lah domba-dombanya. Mengapa Tuhan memakai kata domba pada setiap pengajaranNya ? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu tau bagaimana karakteristik domba itu sendiri. Dalam beberapa tulisan, domba melambangkan beberapa hal, yaitu : jinak, mudah diatur, berkumpul serta berbagi, mengenal suara gembalanya, tidak memiliki tanduk, bukan seekor hewan petarung, hewan dangan banyak kelebihan, susu, daging, bulu, serta bulu dengan warna putih yang memiliki arti kemuliaan. Pendekk kata, domba merupakan hewan lemah dengan dengan banyak kelebihan. Atas dasar itu lah Tuhan menggunakan kata domba, dimana domba merupakan gambaran dari kita yaitu manusia. Lemah namun syogyanya kita sebagai anak-anak Tuhan hendaklah menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk kemuliaan bagi nama Tuhan.
Dari perikop diatas, dapat kita tarik kesimpulan dan pengertian. Ayat 2 mengatakan bahwasanya ((2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;), hal ini berarti seorang gembala haruslah memenuhi kebutuhan biologi dari domba-dombanya. Yaitu Makanan dan minuman. Diayat ketiga berbicara tentang pemenuhan kebutuhan rohani para dombanya ((3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.). Dan ayat yang keempat mengatakan bahwasanya gembala harus menjaga kondisi psikologis dari domab-dombanya, ((4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.). Sungguh luar biasa. Kita punya gembala yang hebat, kuat namun tetap lemah lembut dalam kondisi apapun. Terpujilah Tuhan.
Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: