baluap


POLIGAMI
Agustus 9, 2009, 2:42 pm
Filed under: Christian

Ada satu pertanyaan yang diajukan dalam facebook ini mengenai istilah polygamy. Apakah poligami diperbolehkan dalam agama Kristen, karena perceraian tidak diperbolehkan dan Alkitab tidak secara spesifik mengatur tentang pelarangan poligami dalam suatu pernikahan? Kalau memang dilarang bagaimana dengan bapa leluhur bangsa Israel yang poligami seperti Abraham, Yakob, Daud, Salomo dan lain-lain? Apakah mereka berdosa? Mari bersama-sama kita lihat uraian di bawah ini.

Saudara, kalau kita membaca keseluruhan Alkitab, kita dapat mengetahui bahwa Tuhan sejak semula telah menetapkan pernikahan sebagai suatu hubungan kudus antara satu orang pria dengan satu orang perempuan (Kejadian 2:24). Namun akibat dosa, suatu pernikahan menjadi sebuah hubungan yang rusak ketika beberapa laki-laki yang diceritakan dalam Kitab Kejadian mengambil dua perempuan sebagai istrinya (Kejadian 4:19). Pernikahan campur yang terjadi dalam kehidupan umat pilihan Tuhan memperburuk masalah tersebut, dimana banyak orang Israel yang mengambil perempuan kafir menjadi istri atau gundik. Poligami yang dilakukan oleh bangsa Israel adalah pelanggaran akan hukum Tuhan dan itu semua adalah dosa. Semua poligami yang dilakukan oleh bapa leluhur adalah bermotifkan ketidaksetiaan, keserakahan, penipuan, kebanggaan, kesombongan dan lain sebagainya dan bukan karena perintah Tuhan.Salah satu contoh adalah Abram yang telah menerima janji Tuhan akan menjadi suatu bangsa yang besar, namun karena belum memperoleh anak sampai masa tuanya, dia menjadi ragu akan janji TUhan, dan Sarai mempengaruhinya dengan memberikan hambanya untuk dijadikan istri bagi Abram agar dapat memberikan keturunan baginya.(Kejadian 16:2).Walaupun Abram bersalah pada saat itu, namun Tuhan masih bermurah hati kepadanya dan Tuhan memperbaharui perjanjian-Nya kepada Abram dengan mengganti namanya Abraham dan Sarai menjadi Sarah (kej.17). Kesalahan Abraham ini kemudian diikuti oleh keturunannya seperti Yakub yang berpoligami karena ditipu oleh mertuanya, Daud dan Salomo berpoligami untuk kepentingan politik dan juga nafsu birahinya, dan masih banyak contoh lainya. Apakah semuanya ini disukai oleh TUhan? Tidak. Namun Tuhan masih bermurah hati terhadap bapa-bapa leluhur ini. Tuhan menetapkan anak Daud dari Betsyeba harus mati karena pelanggaran ini sebagai ganti kematian Daud dan bahwa akan timbul konflik dalam rumah tangganya (II Samuel 12:1-23). Salomo yang berpoligami juga dihukum Tuhan dan istri-istrinya membawa dia kepada penyembahan berhala (I Raja 11:4-5)

Saudara, jelas poligami dilarang oleh Tuhan. Dalam kitab Ulangan 17:17 disebutkan demikian : “Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang; emas dan perak pun janganlah ia kumpulkan terlalu banyak.” Jelas firman Tuhan ini melarang umat TUhan untuk tidak berpoligami agar hatinya jangan menyimpang dari Tuhan. Tuhan mengingini agar umat Tuhan tetap di dalam ketetapannya, di dalam hukumnya. Namun sebagai umat yang tegar tengkuk dan tegar hati, mereka selalu melanggar perintah dan ketetapan Tuhan dan mereka melakukan perzinahan dengan berpoligami dan juga bentuk-bentuk perzinahan lainnya. Tuhan Yesus juga jelas mengatakan di dalam Matius 19:8 bahwa bangsa Israel diijinkan Musa untuk melakukan semua hal ini adalah karena ketegaran hati bangsa Israel, bukan karena perintah Tuhan. Inilah yanag menjadi bahan renungan kita bahwa orang Kristen tidak bisa bercerai sampai maut memisahkan dan juga tidak diperbolehkan ber-POLIGAMI. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: