baluap


SUDUT PANDANG
Juni 13, 2009, 4:54 am
Filed under: Christian

Ketika seseorang mengalami kehidupan yang tidak baik atau katakanlah mengalami musibah yang beruntun, apakah mengalami kecelakaan, apakah mengalami sakit penyakit dan lain sebagainya, biasanya kata hati dan pikiran kita mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam kehidupan orang itu atau keluarganya dan sudut pandang kita terhadap orang yang mengalami musibah biasanya cenderung menghakimi. Kalau seorang anak lahir cacat, kita mengatakan karena orang tuanya berzinah atau berbuat yang tidak berkenaan kepada Tuhan. Kalau seseorang sakit-sakitan, kita mengatakan bahwa orang tuanya berdosa karena melakukan korupsi di kantor sehingga Tuhan marah dan menghukum dia dengan sakit penyakit. Itulah kondisi yang sering kita lihat. Kita bukan memberikan jalan keluar dan menjadi berkat, malah sebaliknya memperburuk masalah.

Saudara, kalau sudut pandang manusia selalu menghakimi orang lain sebagai tanggapan atas musibah yang dialami seseorang, tidak demikian dengan Tuhan Yesus. Dalam Yohanes 9:1-7 diceritakan seorang orang buta sejak lahirnya. Murid-murid dengan polosnya menanyakan penyebab butanya orang tersebut kepada Yesus: ” Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Murid-murid saat itu melihat dari sudut pandang manusia dan mengatakan bahwa hal itu disebabkan karena adanya dosa, mungkin dirinya sendiri atau mungkin orang tuanya. Tetapi Tuhan menjawab: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia”. Di sini kita melihat bahwa Yesus memiliki sudut pandang yang berseberangan dengan murid-murid yaitu Dia melihat dari sudut pandang Kerajaan Sorga, dari sudut pandang pekerjaan-pekerjaan Allah yang harus dinyatakan, dari sudut pandang misi Allah. Dan karena Dia memandang dari sudut pandang Kerajaan Sorga, maka oleh perkataan Yesus yang penuh kuasa, orang buta itu menjadi sembuh. Mujizat terjadi dan Yesus menjadi berkat dan jalan keluar bagi orang buta itu.

Saudara, dalam menghadapi kehidupan yang semakin berat ini, dimana segala sesuatu semakin tidak menentu, segala sesuatu mungkin bisa kita alami dan orang lain alami, mungkin musibah, mungkin kehilangan orang yang kita cintai karena dipanggil Tuhan, mungkin sakit penyakit, mungkin persoalan yang begitu berat, mari kita untuk tidak melihat hal tersebut dari sudut pandang manusia dan memberikan pernyataan yang menghakimi, tapi mari kita melihat semuanya itu dari sudut pandang firman Tuhan sehingga kita dapat memperoleh suatu jalan keluar yang luar biasa, yaitu mujizat Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: