baluap


Utamakan Pelayanan atau Keluarga?
Mei 5, 2009, 4:19 pm
Filed under: Christian


Beberapa waktu lalu saya terima SMS yang bertanya apakah harus mengutamakan pelayanan atau keluarga?

Setelah mengingat-ingat apa yang dikatakan Firman Tuhan tentang hal ini, ternyata kita tidak mengutamakan kedua hal itu.

Yang diutamakan adalah Yesus, bukan pelayanan ataupun keluarga.

Kalau kita mengutamakan pelayanan, bisa saja itu menjadi kedok untuk menelantarkan keluarga. Begitu juga sebaliknya, bila ingin mengutamakan keluarga, bisa saja itu kedok untuk tidak mau melayani dengan sembunyi dibalik keluarga.

Tapi bila mengutamakan Yesus, pelayanan dan keluarga, otomatis pasti akan berjalan beriringan.

Contoh:
1. Mengutamakan Pelayanan
“Lukas 10:40-42 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
Marta sibuk pelayanan, dan bahkan kerepotan sendiri sampai membutuhkan bantuan saudarinya yaitu Maria yang hanya duduk di kaki Yesus. Dan ketika Marta komplain kepada Yesus, tanggapan Yesus malah mendukung kegiatan Maria yang dikatakan lebih tepat oleh Yesus, yaitu duduk dekat di kaki Yesus.

2. Mengutamakan Keluarga
“Matius 8:21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”
22 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Lukas 14:26 “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”

Dua contoh ayat itu bukan berarti Yesus tidak menghargai keluarga. Yesus lahir dalam sebuah keluarga, DIA punya ayah dan ibu, bahkan saudara-saudara, dan ada banyak ayat Alkitab yang menekankan kita harus menghormati orang tua, mengasihi keluarga, mengasihi suami, isteri, anak, bahkan pembantu/hamba, tapi dalam konteks jika keluarga disejajarkan dengan Yesus, tidak ada sesuatupun yang bisa menomorduakan Yesus.

Jadi, mari kita pandang Yesus sebagai pribadi yang utama dan terutama dalam hidup kita, dan jika kita taat dan mau menjadi pengikut Kristus yang setia, pasti kita akan menjadi pelayan dan pencinta keluarga yang sejati.

Iklan

4 Komentar so far
Tinggalkan komentar

aq setuju dengan ayat2 di atas sbg penguat iman kita..

sebagai manusia memang qta sudah sepantasnya melayani Tuhan karena dengan melayani Tuhan dengan sendirinya qta pasti akan melayani keluarga qta juga dengan sebaik mungkin… mw dimana saja, kapan saja, dan dgn siapa saja.

God Bless

Komentar oleh Yanti Simarmata

Thanks atas commentnya ya dek

Komentar oleh frankysimarmata

ehm,,,firstly I would like to say thnks and my big appriciation for this blok. at least It was helped my to see and consider this oppinion from many cases and perspective.

tapi klo dalam kehidupan sekarang ini, khususnya bagi yang sudah mempunyai keluarga antara kedua Pilih pelayanan atau keluarga yang jelas harus kedua – duanya. karena ketika kita sudah memutuskan untuk mau melayani, dengan sendirinya pasti keluarga juga adalah bagian dari pelayanan kita terhadap Tuhan. Keluarga yg dibangun sangat baik dengan pondasi yang baik adalah merupakan bukti pelayanan dan komitmen kita terhadap Tuhan.

Aq pernah punya pengalaman sharing dengan salah seorang temenku yang katanya dia adalah seorang pelayan, keluarga nya juga semua aktif dipelayanan Gereja. Yang membuat aq miris adalah ketika satu diantara yang lain tidak pernah akur dan ya,,komunkasi sama sekali tidak terbangun dikeluarga tersebut. melihat kasus tersebut, aq berpikir bahwa sebenarnya konsep pelayan itu sudah disalah gunakan oleh keluarga temenku itu. Yang ada masing2 jalan dengan prinsip dan sudut pandang sendiri dan yang ada malah “Kesombongan Rohani”

Tapi thnks “Peng”, at least dengan membaca ini aq bisa melihat dan menimbang dari berbagai sudut pandang

tetap dilanjutkan yah. aq dukung. mudah2an blok mu ini menjadi berkat bagi banyak orang lagi..
he,,,he,,,he..-) ini adalah bagian pelayanan yg pernah aq ceritain dulu..-) so,,,lanjut kan yah…
GB

Komentar oleh aduma lestari Situmorang

Ehm…..

Ya aku harap juga begitu Dum.
Banyak emang sekarang yang melakukan pelayanan, namau dalam kehidupan berkeluarga nya kurang terjalin komunikasi.

Mudah2 an kita semua bisa belajar lagi di kemudian hari

GBU Dum.

Met kerja ya

Komentar oleh frankysimarmata




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: