
Di dalam kehidupan berjemaat, ada orang yang sudah berkali-kali diajak ke gereja untuk memuji Tuhan dan mendengar firman Tuhan tidak mau dengan alasan bermacam-macam. Ada karena sakit, ada karena malas, ada karena sibuk, ada karena hal-hal lain. Tapi yang seringkali terjadi pada akhir-akhir ini adalah karena acara televisi lebih seru dengan acara gereja. Orang cenderung lebih suka menonton acara tinju, acara sepakbola atau acara lain yang ditayangkan secara langsung di televise daripada ke gereja. Anak-anak dari usia dini secara tidak langsung sudah diajarkan untuk lebih suka menonton Dora Emon daripada pergi ke Sekolah Minggu. Dan lebih tragis lagi, mereka yang tidak dapat datang ke gereja, menitip persembahan mereka, menitip persepuluhan mereka, menitip uang mereka untuk diberikan ke pendeta. Mereka menganggap bahwa dengan memberikan persembahan, mereka sudah menyukakan hati Tuhan. Mereka menganggap bahwa dengan memberikan persepuluhan dengan cara demikian, mereka sudah menyukakan hati Tuhan. Sungguh tragis, pengorbanan Yesus di kayu salib dibalas dengan cara demikian.
Saudara, di dalam Matius 9:13, Yesus berkata: “ Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Tuhan memanggil manusia untuk datang kepada-Nya dan menjadi bagian dari Kerajaan Sorga. Tuhan telah memberikan nyawa-Nya menggantikan manusia yang berdosa dan menghapus semua dosa kita. Darah-Nya telah tercurah sekali untuk selamanya. Dengan pengorbanan diri-Nya di Golgota, Dia telah menggantikan korban-korban penghapus dosa berupa binatang yang tak bercacat, dan korban-korban lainnya. Oleh karena itu, dengan apa akan kita balas kebaikan Tuhan Yesus itu? Apakah dengan uangmu? Apakah dengan kebaikan-Mu? Apakah dengan waktumu? Apakah dengan hartamu? Tidak ada yang dapat membalas kebaikan Tuhan.
Saudara, di dalam Roma 12:1 firman TUhan berkata Continue reading »